Selasa, 22 November 2016

Rupiah Semakin Tertekan Karena Pelarian Dana Asing

Berita Indonesia

Berita Indonesia - Keadaan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS seperti semakin melemah dan bahkan pada Rabu pekan ini pun perdagangan dolar semakin melemah tipis. Dan akibat ekonomi dunia yang masih menjadi beban bagi rupiah pun membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar pun menjadi sangat melemah di saat ini.

Rupiah sendiri di buka pada angka 13.458 per dolar AS dan itu pun tercatatkan melemah 15 poin dari penutupan sehari sebelumnya yang dimana di tutup pada angka 13,443 per dolar AS. Semakin lemahnya dolar pun membuat rupiah semakin besar dan itu pun membuat dampak besar di perekonomian dari Indonesia.

Hingga saat ini pun rupiah sendiri berada di kisaran 13,443 per dolar AS dan sampai sat ini pun tercatatkan sudah mencapai 13,493 per dolar AS. Dan jika di hitung dari awal tahun sendiri pun rupiah menguat hingga 2,2 persen dan itu pun membuat perekonomian di beberapa negara pun menjadi sangat berat karena perekonomian di AS masih belum stabil.

Dan jika di lihat sesuai dengan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spor Dollar Rate atau yang di singkat dengan JISDOR dari Bank Indonesia pun rupiah di patok di kisaran 13.473 per dolar AS. Dan itu pun melemah hingga 49 poin yang dimana sebelumnya di patok di angka 13.424 per dolar AS tersebut.

Akibat pelarian dolar AS dari beberapa negara yang berkembang di Asia pun memang membuat lemahnya rupiah. Dan Indonesia sendiri termasuk dalam salah satu yang paling merasakannya. Dan sejak terpilihnya Donald Trump menjadi pemenangan di pemilihan umum AS pun membuat kurang lebih 11 miliar dolar AS kelua dari Asia. Dan itu pun membuat nilai tukar dolar AS menjadi semakin lemah dan membuat mata uang lain semakin tertekan.

"Semuanya masih akan berlanjut dan kawan Asia akan mendapatkan dampak yang besar. Untuk saat ini kebijakan Trump masih belum terlihat dan semuanya masih menunggu akan kepastian tersebut," ungkap Analis Pasar Uang Mizuho Bank Ltd, Tokyo, Jepang, Masakatsu Fukaya dalam sebuah wawancara.

Rupiah saat ini masih tertekan karena ketidakpastian yang masih sangat tinggi dan bahkan Ekonom PT Samuel sekuritas yakni Rangga Cipta juga menjelaskannya. Rupiah sempat menguat akan tetapi pada akhirnya pun harus melemah di perdagangan di selasa. Dan pelemahan SUN juga membuat dolar di Asia semakin menguat.

Rencana akan demonstrasi 2 Desember nanti pun membuat stabilitas politik dalam negeri yang akan menjelang pilgub DKI Jakarta menjadi salah satu foksu domestik. Dan kemungkinan besar pun itu akan membuat rupiah semakin melemah dengan dolar yang semakin menekan.



0 komentar:

Posting Komentar