Jumat, 05 Mei 2017

KPK Harus Segera Tuntaskan Kasus Pelindo

KPK Harus Segera Tuntaskan Kasus Pelindo


Berita Indonesia - Masalah akan kasus Pelindo sepertinya masih belum mendapatkan kepastian pasti. Dan bahkan kini puluhan mahasiswa pun tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pendukung Komisi Pemberantasan Korupsi atau yang di singkat GMP KPK pun telah mendatangi kantor KPK yang berada di Kuningan Persada di Jakarta Selatan.

Dan puluhan mahasiswa tersebut pun tergabung dalma Gerakan Mahasiswa yang mendukung akan pemberantasan Korupsi yang dimana meminta untuk bisa membereskan masalah Kasus Pelindo. Dan mahasiswa tersebut menginginkan pihak KPK bisa menuntastkan akan kasus dugaan korupsi pengadaan 3 unit Quay Container Crance yang ada di Pelindo II yang dimana menjerat Richard Joost Lino yang merupakan mantan Dirut Pelindo II.

"Kami ingin KPK bisa menuntaskan akan kasus-kasus korupsi yang sampai saat ini belum juga selesai. Dan kami yang tergabung dari GMP KPK pun meminta pihak KPK segera menuntaskannya," ungkap Ketua GMP KPK Lutfi.

Semua mahasiswa yang tergabung dalam GMP KPK sendiri pun meminta kepada KPK untuk tidak pandang bulu dan bisa menuntaskan semua kasus tersebut. Dan bahkan saat ini pun Richard di duga sudah merugikan keuangan negara dalam jumlah yang sangat besar.

"Kami GMP KPK bersiap mendukung segala upaya yang akan dilakukan untuk bisa memberantas korupsi dengan tanpa pandang bulu. Dan kami berharap KPK bisa melihat kembali moto mereka "Bernai Jujur Hebt"," sambungnya.

Dan sejak akhir 2015 lalu pun Lino sendiri sudah menjadi tersangka dan pihak KPK sendiri masih dalam pencarian bukti yang kuat. Akan tetapi sampai saat ini pun kasus tersebut masih terbengkalau dan masih belum selesai. Dan bahkan DPR sendiri telah membentuk akan Pansus Pelindo untuk bisa mengurus semuanya.

Dan sampai saat ini pun Lino sendiri baru sekali saja di periksa oleh KPK. Dan GMP KPK sendiri menduga lambannya penanganan kasus tersebut karena adanya intervensi dari pihak lain.

"Kami sudah menduga saat ini adanya intervensi yang terjadi antara penguasa sehingga upaya dalam memberantas korupsi pun tidak berjalna dengan baik," ungkap Lutfi.

0 komentar:

Posting Komentar