Selasa, 14 Januari 2020

Cara Mengatasi Sindrom Marfan


Pernahkah anda menjumpai seseorang dengan kondisi jari-jari tangan ataupun kaki yang abnormal? Seperti ukuran yang lebih panjang, kurus danbentuknya melengkung berbeda  dari umumnya?

Kondisi tersebut merupakan salah satu gejala dari sindrom marfan yang tampak secara fisik. Kondisi tersebut salah satu gejala dari sindrom marfan yang merupakan kelainan genetik yang menyerang sistem jaringan ikat yang terdapat pada seluruh tubuh manusia, seperti kerangka tubuh, jantung, mata, dan lainnya. Sindrom tersebut dapat menimbulkan terjadinya komplikasi yang serius dan mengancam keselamatan seseorang yang mengalaminya.


Diagnosis

Hal pertama yang dilakukan dokter yakni wawancara riwayat sindrom marfan dalam keluarga, dan menanyakan keluhan yang dalami. Selanjutnya melakuakn pemeriksaan fisik. Hal yang penting diketahui jika terjadinya sindrom tersebut tidak dapat didiagnosis hanya melalui pemeriksaan genetik, melainkan harus menjalani pemeriksaan lainnya juga. Pemeriksaan yang juga dilakukan yaitu, MRI untuk memastikan kondisi tulang belakang, dan ekokardiografi untuk mengetahui adanya pembengkakan atau kerusahan pada aorta.

Cara mengatasi sindrom marfan

Sindrom tersbeut merupakan salah satu jenis sindrom yang tidak dapat diobat. Pengobatan yang dapat dilakukan hanya untuk mengurangi tingkat gejala dan upaya pencegahan terjadinya komplikasi.  Cara mengatasi sindrom tersebut yaitu melalui pengobatan pada gangguan yang dialami seseorang, seperti:

1.      Gangguan mata
Jika seseorang mengalami sindrom tersebut dan terjadi gangguan pada mata, aak  timbul kondisi rbun jauh ayng dapat diatasi dnegan penggunaan kacamata atau lensa kontak untuk emmpermudah penglihatan. Jika seseorang mengalami katarak dapat diatasi dnegan melakukan operasi katarak. Jika seseorang megalami glukoma dapat diatasi dengan pemberian obt tetes mata, laser, atau operasi mata. Cara-cara tersebut hanya sebagai upaya pencegahan agar glukoma tidak makin parah.

2.      Gangguan jantung
Jika seseorang mengalami gangguan jantung, maka dokter akan memberikan resep obat yang bertujuan untu meringankan kerja jantung dan pembesaran aorta, aykni penghmbat beta (bta blockers seperti bisoprolol, irbesartan, atau losartan. Jika kondisi yang terjadi sudah tergolong berat, maka dilakukan pembedaha dengan mengganti aorta yang bengkak dengan sintetik.

3.      Gangguan tulang dan sendi
Seseorang yang mengalami sindrom tesebut dapat terjadi gangguan tulang dada (sternum) yang menonjol keluar. Kondisi tersebut pada umumya tidak perlu ditangani karena tidak memicu permasalahan dan dampak yang fatal. Akan tetapi jika tulang dada melengkung ke dalam harus dilakukan perbaikan karena kondisi tersebut akan menekan paru-paru dan menghambat terjadinya pernapasan. Hal yang dilakukan untuk menangani kondisi tersbeut adalah perbaikan posisi tulang dada dan tulang rusuk dengan operasi. Jika terjadi skoliosis pda usia anak-anak dapat diatasi dengan penggunaan korset tulang belakang secara rutin. Akan tetapi ika kelengkungan tulang eblakang mencapai 40 persen keparahan harus dilakukan operasi untuk meluruskan tulang tersebut. 

Sampai saat ini tidak terdapat obat yang digunakan untuk menyembuhkan seseorang yang terserang sindrom tersebut. Akan tetapi jika seseorang mulai menunjukan terjadinya gejala masih dapat diatasi untuk mengurangi tingkat resiko komplikasi yang tinggi. Oleh karenya, anda harus memantau dan meminta tim dokter juga memonitor perkembangan kondisi fisik dan perubahan-perubahan yang mungkin dapat terjadi. Salah satu penyakit yng berbaya dan dampak fatalnya yakni kematian dari sindrom tersebut adaalah kelainan yang terjadi pada arteri, aorta, dan jantung.

Nah, demikian informasi mengenai cara mengatasi sindrom marfan. Jika masih ada informasi lebih yang anda perlukan, anda dapat mengaksesnya pada laman  https://www.klikdokter.com/penyakit/sindrom-marfan .

0 komentar:

Posting Komentar