Minggu, 09 Februari 2020

Tanda Kenabian & Ciri-Ciri Fisik Nabi Ibrahim, Musa, Isa & Rasulullah

alaihi wasallam menjelaskan ihwal ciri Tanda Kenabian & Ciri-ciri Fisik Nabi Ibrahim, Musa, Isa & Rasulullah

Ciri-ciri Fisik Nabi Ibrahim, Musa, dan Isa - Ibnu lshaq menceritakan: Az-Zuhri bercerita dari Sa’id bin Al-Musaiyyib bahwa Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam menjelaskan ihwal ciri-ciri fisik Nabi Ibrahim, Nabi Musa dan Nabi Isa yang dia lihat pada malam Isra’.

Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Nabi Ibrahim ia begitu menyerupai denganku. Sementara Nabi Musa, dia berkulit sawo matang, tinggi, ceking, rambutnya lebat, hidungnya mancung dan dia menyerupai orang dari kabilah Syanu’ah (kabilah Azad). Sedang Nabi Isa, dia berkulit merah, postur tubuhnya sedang, rambutnya lurus, di wajahnya terdapat banyak tahi lalat, dan orang yang paling menyerupai dengannya ialah Urwah bin Mas’ud Ats-Tsaqafi.

Gambaran Fisik Rasulullah dengan Ciri-ciri Ini

Fakta fisik Kanjeng Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, tidak seorang pun pada zamannya yang menyerupai dengan dia kecuali sesuai apa yang disabdakan oleh dia sendiri.

Ibnu Hisyam menceritakan: Umar mantan budak Ghufrah dari Ibrahim bin Muhammad bin Ali bin Abu Thalib berkata, Ali bin Abu Thalib mengisahkan ihwal ciri-ciri fisik Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam, ia berkata, “Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam tidak terlalu tinggi dan terlalu tidak pendek, tingginya sedang, rambutnya tidak begitu keriting tidak begitu lurus, keritingnya menyerupai orang-orang Arab pada umumnya, badannya tidak terlalu gemuk, wajahnya tidak bulat, putih kulitnya, kedua matanya hitam legam, bulu matanya panjang, lebar pundaknya, rambut di dada dan perutnya tipis, bulu tangannya tipis, begitu juga dengan bulu kakinya, telapak tangannya keras, begitu juga telapak kakinya. Apabila berjalan kakinya seakan tidak menginjak tanah. Beliau menyerupai berjalan menuruni bukit, kalau menoleh maka dia menoleh dengan menghadapkan seluruh wajahnya, di antara kedua bahunya terdapat tanda kenabian dan itulah tanda semua para nabi. Orang yang paling suka memberi, paling suka memaafkan, paling benar ucapannya, paling menetapi janji, paling lembut akhlaknya, paling mulia pergaulannya. Siapa yang melihatnya maka ia segan padanya dan barangsiapa bergaul dengannya ia niscaya mencintainya dan orang yang menyifati ciri-ciri dia berkata, “Seumur hidupku belum pernah melihat orang yang menyerupai dengan Muhammad Shallalahu ‘alaihi wasallam.”

45 Ciri Fisik dan Penampilan Rasulullah SAW

Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari dalam kitab “Nur al Mubin fi Mahabbati Sayyidi al Mursalin” menjelaskan ihwal 45 ciri fisik dan penampilan Rasulullah SAW berdasakan beberapa hadis, yaitu dari Sayyidina Ali bin Abu Thalib ra, Amr bin Huraits ra, dan beberapa hadis lain. Berikut ialah ke-45 ciri fisik dan penamilan Rasulullah SAW:
  1. Rasulullah SAW bukanlah orang yang sangat tinggi dan juga bukan orang yang sangat pendek. Beliau SAW merupakanorang dengan tinggi tubuh sedang.
  2. Rambutnya tidak terlalu keriting dan juga tidak lurus, tetapi keriting berombak (antara keriting dan lurus).
  3. Rasulullah tidak gemuk badannya dan tidak lingkaran wajahnya.
  4. Di wajah dia SAW terdapat bulatan putih kemerah-merahan.
  5. Kedua matanya sangat hitam.
  6. Bulu matanya panjang.
  7. Tulang dan bahunya besar.
  8. Kulitnya tidak berambut banyak, tapi berbulu dada hingga ke puser.
  9. Kedua telapak tangan dan kedua telapak kakinya tebal.
  10. Jika berjalan menyerupai turun dari atas jalan yang melandai. kalau menoleh, menoleh bahu-membahu (badannya).
  11. Antara kedua belikatnya terdapat cap kenabian, yaitu cap khatamun Nabiyyin. 
  12. Dadanya paling bagus.
  13. Dialek dan aksennya juga paling bagus.
  14. Wataknya paling lembut, paling mulia cara bergaulnya, barangsiapa melihatnya sekejap akan merasa takut dan barangsiapa bergaul dengannya akan bahagia dengannya. Orang yang mensifatinya mengatakan, ”Saya belum pernah melihat sebelumnya dan sesudahnya, orang menyerupai dia SAW”.
  15. Beliau SAW ialah orang yang cantik bodinya, antara kedua pundaknya bidang
  16. Rambutnya turun hingga kedua pundaknya, adakala hingga ke cuping indera pendengaran (tempat anting-anting), adakala hingga ke tengah-tengah kedua telinganya.
  17. Jenggotnya lebat.
  18. Kedua telapak tangannya tebal, maksudnya jari-jarinya tebal.
  19. Kepalanya dan tulang-tulang persendiannya besar.
  20. Saluran air matanya merah, dadanya berbulu, yaitu bulu lembut dari dada hingga ke pusar menyerupai bentuk pedang.
  21. Wajahnya bersinar menyerupai bulan malam purnama. Wajahnya ialah bulan.
  22. Suaranya bagus.
  23. Kedua pipinya rata.
  24. Mulutnya lebar.
  25. perut dan dadanya rata.
  26. Kedua pundak, kedua lengannya dan dada pecahan atasnya berbulu.
  27. Lengannya panjang.
  28. Telapak tangannya lebar.
  29. Pecahan kedua matanya panjang.
  30. Daging pada kedua tumitnya sedikit.
  31. Di antara kedua belikatnya terdapat cap kenabian menyerupai kancing gelang kaki, dan menyerupai telor burung dara.
  32. Jika Nabi SAW berjalan, bumi menyerupai melipat untuknya, dan para sobat kalau berjalan bersama dia SAW terasa menyerupai mengejar-ngejar, sedangkan dia SAW tidak memperhatikannya.
  33. Beliau SAW menurunkan rambut kepalanya kemudian memisahnya, menyisir rambut kepalanya, kemudian menyisir jenggotnya, memberi celak pada tiap-tiap matanya dengan kerikil materi celak setiap malam ketika hendak tidur.
  34. Baju yang dia SAW sukai ialah gamis dan warna putih. Beliau SAW bersabda, “Warna putih ialah sebaik-baik pakaian kalian, maka kenakanlah pakaian warna putih, dan kafanilah jenazah-jenazah kalian dengan kain putih”.
  35. Hubrah, yaitu kain yang digunakan selimut oleh dia ada warna merahnya.
  36. Lengan baju dia SAW hingga ke pergelangan tangan.
  37. Kadang-kadang dia SAW menggunakan pakaian merah, sarung dan selendang (pakaian luar).
  38. Kadang-kadang dia SAW menggunakan dua pakaian yang berwarna menyerupai abu atau kadang menggunakan jubah yang sempit kedua lengannya.
  39. Sesekali dia SAW menggunakan pakaian quba’ (jenis pakaian luar).
  40. Kadang-kadang menggunakan sorban berwarna hitam, dibawahnya menggunakan kopiyah, dan adakala menggunakan kopiyah tanpa sorban, atau menggunakan sorban tanpa kopiyah.
  41. Beliau SAW menurunkan ujung sorban ke daerah antara kedua belikatnya. Sebagaimana yang diriwayatkan dari Amr bin Huraits ra. berkata, “Saya melihat Rasulullah SAW di atas mimbar dengan menggunakan sorban hitam dengan menurunkan kedua ujungnya hingga ke daerah antara dua belikatnya”.
  42. Kadang-kadang Rasulullah SAW menggunakan pakaian dari bulu atau kain berwarna hitam. Beliau SAW adakala menggunakan pakaian yang gampang digunakan dari kain katton (kapas), dari wol (bulu), atau dari kain lena yang teruat dari pohon rami, dan tidak suka dengan pakaian orang-orang yang sombong. Beliau SAW bersabda :
مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلاَءَ لَمْ يَنْظُرِ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَة

“Barangsiapa menarik pakaiannya sebab sombong, maka Allah tidak mau melihatnya pada hari kiamat”.[HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim]

Imam Muslim meriwayatkan, bahwa Nabi SAW bersabda :

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ خَرْدَل مِنْ كِبْر، وَ لاَ يَدْخُلُ النَّارَ

مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةِ خَرْدَل  مِنْ إِيمَانٍ . فَقَالَ رَجُلٌ : يا رسول الله إني أحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبِي حَسَنًا وَنَعْلُي حَسَنَةً أفمن الكبر ذالك؟. فَقَالَ  لا, إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاس

“Tidak masuk nirwana orang yang di dalam hatinya ada kesombongan seberat biji sawi, dan tidak masuk neraka orang yang di dalam hatinya masih ada akidah sebesar biji sawi”. Berkatalah seorang pria :”Wahai Rasulullah, saya bahagia kalau baju saya cantik dan kedua sandal saya bagus, apakah hal itu termasuk sombong ?”. Sabda dia SAW: “Tidak, bergotong-royong Allah itu indah, suka keindahan. Sombong itu menolak kebenaran dan merendahkan orang lain” ). [HR. Imam Muslim dan Imam Ahmad.]

43. Beliau SAW menggunakan cincin (yang diukir diatasnya nama dia yang mulia, dan dia SAW menyetempel surat-surat yang dikirim ke raja-raja dengan cincin tersebut. Beliau SAW memakainya di jarinya, dan cincin itu tidak menyerupai cincin yang digunakan orang-orang kini untuk perhiasan.

44. Beliau SAW menggunakan sepatu dan sandal

45. Beliau SAW kalau menggunakan gamis memulai dengan sisi kanannya. Jika menggunakan pakaian baru, memberinya nama dengan namanya, seraya berdoa :
اللَّهُمَّ أَنْتَ كَسَوْتَنِي هَذَا الْقَمِيصَ ، أَوِ الرِّدَاءَ، أَوِ الْعِمَامَةَ ، أَسْأَلُكَ خَيرَهُ، وَخَيْرَ مَا صُنِعَ لَهُ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ ، وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَه

“Ya Allah, Engkau telah memberiku pakaian dengan gamis ini, atau pakaian selendang ini, atau sorban ini, maka saya memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan diciptakannya pakaian ini, dan saya berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan diciptakannya pakaian ini” [HR. Imam Ibnu Hibban dan Imam Abu Ya’la

0 komentar:

Posting Komentar